Oleh: disnakertransntb | Agustus 5, 2009

Jenis-jenis Transmigrasi

Transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain di wilayah Republik Indonesia untuk tinggal menetap dalam rangka pembentukan masyarakat baru serta untuk membantu pembangunan daerah, baik daerah asal maupun daerah transmigrasi dalam rangka pembangunan nasional.

Ada tiga masalah pokok yang dapat diatasi melalui program Transmigrasi yaitu :

  1. Melalui program Transmigrasi masalah kepadatan penduduk didaerah asal dapat diatasi (dikurangi) dan di daerah Transmigrasi masalah kekurangan penduduk dapat diatasi melalui penempatan Transmigan untuk mengolah lahan pertanian yang cukup luas
  2. Melalui program Transmigrasi tenaga kerja di desa/kota yang menganggur di daerah asal dapat disalurkan sebagai tenaga kerja produktif di daerah Transmigrasi dalam rangka pembangunan daerah baru
  3. Melalui program Transmigrasi dapat diciptakan lapangan kerja baru di sector pertanian/perkebunan dan perikanan, sehingga secara otomatis Transmigrasi dapat meningkatkan penyediaan pangan secara Nasional serta dapat meningkatkan Export non migas secara Nasional

Tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan Transmigrasi adalah :

  1. Meningkatkan taraf hidup Transmigran dan masyarakat sekitarnya di daerah Transmigrasi
  2. Untuk meningkatkan pembangunan daerah bak daerah asal maupun daerah Transmigrasi
  3. Untuk mengatur keseimbangan penyebaran penduduk disesuaikan dengan daya dukung lingkungan
  4. Untuk pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia
  5. Pemanfaatan sumber-sumber alam dan tenaga manusia
  6. Untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa
  7. Untuk memperkuat pertahanan dan keamanan Nasional

Ada 2 jenis Transmigrasi menurut Undang-undang Pokok Transmigrasi Nomor 3 Tahun 1972 :

  1. Transmigrasi Umum, adalah transmigrasi yang biaya pelaksanaanya ditanggung seluruhnya oleh pemerintah (Departemen Transmigrasi)
  2. Transmigrasi Swakarsa, adalah transmigrasi yang biaya pelaksanaanya sebagian atau seluruhnya ditanggung oleh Transmigran yang bersangkutan atau pihak lain bukan pemerintah, dengan petunjuk, bimbingan dan pembinaan dari pemerintah.

Pengembangan Transmigrasi Swakarsa melalui Pola-pola permukiman di daerah Transmigrasi

  1. Transmigrasi Swakarsa PIRTRANS/PIRSUS, adalah tansmigrasi swakarsa yang diarahkan pada pengembangan perkebunan dengan menggunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat/transmigran disekitarnya sebagai Plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkembang.
  2. Transmigrasi Swakarsa Pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI),adalah transmigrasi swakarsa yang dikaitkan dengan upaya pengembangan tanaman hutan yang dikelola dan diusahakan berdasarkan atas kelestarian, dalam rangka meningkatkan potensi hutan produksi, untuk memenuhi kebutuhan bahan-bahan industri.
  3. Transmigrasi Swakarsa Nelayan/Tambak,adalah transmigrasi swakarsa yang dikaitkan dengan upaya pengembangan usaha perikanan
  4. Transmigrasi Swakarsa Jasa/Industri,adalah penyelenggaraan transmigrasi swakarsa yang memang dirancang untuk sebagian besar Transmigrannya berusaha dan memperoleh pendapatan secara berkesinambungan disektor Jasa/Industri.
  5. Transmigrasi Swakarsa Pengembangan Desa Potensial (TRANSABANGDEP),adalah transmigrasi swakarsa yang diarahkan dan ditempatkan pada desa-desa potensial yang ada di Daerah Transmigrasi, di mana desa tersebut jumlah penduduknya masih sedikit dan potensi alamnya masih memungkinkan untuk dibuka sebagai lahan pertanian
About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: